Ruang Keluarga pada tahun 2026: Desainer Memprediksi Kembalinya Ruang Pribadi yang Hangat

6

Beberapa tahun ke depan dalam desain rumah akan terjadi pergeseran dari interior bergaya ruang pamer minimalis ke ruang yang lebih nyaman untuk ditinggali dan berlapis-lapis yang menceritakan sebuah kisah. Para desainer memperkirakan bahwa pada tahun 2026, ruang keluarga akan memprioritaskan kenyamanan, kepribadian, dan sentuhan nostalgia estetika vintage dibandingkan kesempurnaan yang steril. Ini bukan hanya tentang tren; ini tentang gerakan budaya yang lebih dalam untuk menghargai keaslian dan hubungan emosional dengan rumah kita.

Bangkitnya “Dikumpulkan” Dibandingkan “Dikurasi”

Selama bertahun-tahun, gaya dominan adalah interior yang ramping dan terkoordinasi. Namun, desainer interior Steven Graffam berpendapat bahwa tahun 2026 akan membawa pembalikan yang dramatis. Pemilik rumah akan semakin menyukai ruang berlapis dan eklektik tempat pusaka, barang bekas, dan barang modern hidup berdampingan secara harmonis. Tujuannya bukan untuk mengesankan dengan tampilan yang dirancang sempurna, namun untuk menciptakan suasana hangat dan mengundang yang penuh dengan makna pribadi.

Pergeseran ini mencerminkan tren yang lebih luas dari kesempurnaan aspirasional dan menuju perayaan individualitas. Orang-orang ingin rumahnya terasa seperti perpanjangan dari diri mereka sendiri, bukan sekadar panggung untuk foto Instagram.

Palet Warna: Moody Blues dan Charcoal Tone

Warna juga akan memainkan peran penting dalam kebangkitan retro ini. Desainer interior dan futuris John Stivale mengantisipasi lonjakan biru kehitaman, teal tua, dan abu-abu arang. Nuansa ini menawarkan kedalaman dramatis dan murung tanpa terlalu berani, memberikan kesan abadi namun terinspirasi retro.

Mengapa ini penting : Warna-warna ini membangkitkan rasa tenang, keintiman, dan kecanggihan. Mereka mencerminkan era masa lalu tanpa terasa kuno, cocok dengan rumah modern.

Siluet Klasik, Liku Modern

Furnitur akan mengikuti jejaknya, dan para desainer mengharapkan penafsiran ulang terhadap siluet tradisional. Graffam menyarankan agar kita melihat versi terbaru dari desain klasik seperti sofa Chesterfield berkancing dalam, ditata ulang dengan garis-garis yang lebih rapi dan material kontemporer.

Penekanannya adalah pada merayakan keahlian dan menghormati warisan desain ini sekaligus menjadikannya relevan dengan gaya hidup masa kini. Pendekatan ini menghindari replikasi belaka, melainkan menawarkan bentuk baru yang tak lekang oleh waktu.

Menghilangkan Simetri untuk Kenyamanan Nyaman

Terakhir, tata letak akan meninggalkan simetri kaku demi sudut nyaman, sudut percakapan, dan zona membaca khusus. Stivale percaya bahwa masyarakat semakin menghargai rumah mereka sebagai tempat perlindungan, memprioritaskan pengalaman daripada estetika. Hasilnya adalah nuansa yang lebih organik dan hidup di mana penempatan furnitur mendorong koneksi dan relaksasi daripada keteraturan yang ketat.

Seperti yang dikatakan Graffam, rumah pada tahun 2026 akan terasa “seperti sebuah pelukan, bukan museum yang steril”. Artinya mengutamakan kehangatan, kepribadian, dan kenyamanan penghuni ruang tersebut.

Kesimpulannya, masa depan desain ruang tamu bukanlah tentang menampilkan kesempurnaan, melainkan lebih pada merangkul keaslian. Tren pada tahun 2026 mengarah pada ruangan yang hangat, mengundang, dan sangat pribadi—sebuah perubahan yang disambut baik bagi mereka yang mencari rumah yang benar-benar terasa seperti milik mereka.