Desain interior, seperti halnya mode, beroperasi dalam siklus. Apa yang tadinya dianggap ketinggalan jaman kini dianggap segar dan inovatif. Para desainer menegaskan bahwa tren sering kali muncul kembali setiap 20–25 tahun, didorong oleh keinginan akan keakraban dan rasa seperti di rumah sendiri. Pergeseran gaya kamar tidur saat ini mencerminkan peralihan dari gaya minimalis ke arah tekstur yang lebih kaya, palet yang lebih hangat, dan fitur yang mengutamakan kenyamanan daripada kebersihan klinis.
Зміст
Cetakan Tebal dan Siluet Melengkung
Tahun 1970-an sangat mempengaruhi estetika kamar tidur. Pola berani dan warna alami muncul kembali di tempat tidur, sandaran kepala, dan bahkan rangka tempat tidur. Cetakan bunga, garis-garis, dan kombinasi warna netral sangat populer. Selain pola, bentuknya juga semakin melunak: sandaran kepala persegi panjang diganti dengan opsi melengkung dan segitiga, sehingga menawarkan tampilan yang lebih organik.
Merangkul Estetika “Grandmacore”.
Istilah “grandmacore” secara akurat menggambarkan kebangkitan ruangan bergaya tradisional. Ini bukan tentang mereplikasi ruang-ruang yang sudah ketinggalan zaman, namun lebih kepada mengenali daya tarik abadi dari elemen-elemen desain yang dipahami dengan baik oleh generasi sebelumnya. Seprai berlapis, karpet dari dinding ke dinding, kertas dinding yang ramai, dan furnitur fungsional seperti meja samping tempat tidur dengan laci semuanya kembali populer. Pergeseran ini mengutamakan penyimpanan dan kepraktisan dibandingkan meja ultra-minimalis yang mendominasi beberapa tahun terakhir.
Bangkitnya Kenyamanan yang Mendalam
Selama dekade terakhir, kamar tidur berwarna putih bersih menjadi cita-cita utama. Namun, pemilik rumah kini lebih mengutamakan kenyamanan dibandingkan estetika yang steril. Pelapis, tekstil berlapis, dan bahkan karpet menghadirkan kehangatan dan penyerapan suara kembali ke kamar tidur. Fokus pada penciptaan ruang yang lebih lembut dan mengundang menandakan penolakan terhadap interior yang terlalu jarang.
Pengembalian Tak Terduga: Rok Tempat Tidur dan Wallpaper
Beberapa tren muncul kembali dengan cara yang mengejutkan. Rok tempat tidur, yang dulu dijuluki “ruffles debu”, kini kembali populer. Mereka menambahkan sentuhan akhir pada kamar tidur dan dengan mudah menyembunyikan penyimpanan di bawah tempat tidur. Demikian pula, wallpaper mendapatkan popularitas setelah digunakan secara berlebihan di masa lalu. Pemilik rumah kini menginginkan daya tarik visual tanpa membebani ruang, dan wallpaper memberikan keseimbangan sempurna antara ketenangan dan kelembutan.
Detail Pinggiran yang Glamor
Pengaruh tahun 1970an juga meluas ke hal-hal yang lebih kecil. Bantal yang dihias dengan jumbai dan pinggiran menambah sentuhan glamor dan kenyamanan pada kamar tidur. Aksen ini dapat dengan mudah mendandani ruangan tanpa memerlukan renovasi besar-besaran, menjadikannya cara yang cepat dan terjangkau untuk memperbarui interior. Kuncinya adalah memadukan elemen retro ini dengan desain kontemporer untuk tampilan yang seimbang.
Kebangkitan fitur kamar tidur yang dulunya ketinggalan jaman ini menunjukkan tren yang lebih luas menuju kehangatan, kenyamanan, dan sentuhan nostalgia dalam desain interior. Industri ini bersandar pada gagasan bahwa keakraban melahirkan kepuasan, dan bahwa masa lalu sering kali menjadi kunci dalam menciptakan ruang yang menarik dan layak huni.





























